Bengkulu
merupakan salah satu Provinsi yang punya banyak tempat-tempat pariwisatanya,
tempat-tempat sejarah, bahkan memilki Tanaman Langka seperti Bunga Raflesia
Arnoldi, dan memilki daerah yang sangat unik karena sejarahnya yang saya kira
asal-usulnya menarik sekali.
Akan
tetapi kita tidak membahas asal-usulnya melainkan kita akan mencoba untuk
melihat seberapa jauh kebermanfaatan Potensi daerah yang dimiliki oleh
Bengkulu, karena Bengkulu punya banyak penghasilan kekayaan alam dari Kopi,
Sawit, Teh, Batu Bara, hingga Emas, karena sebagian dari Emas yang ada di Tugu
Mona situ adalah sumbangan Emas dari Provinsi Bengkulu yang tepatnya di
Kabupaten Lebong.
Seperti
kita ketahui banyak peninggalan sejarah yang ada di Bengkulu, seperti hamparan
luas kebun Teh yang dulunya punya Kolonial Belanda, yang luasnya mungkin
Sebukit karena sangat luas banget, dan itu sudah di milikkan Pemerintah dan
dilestarikan sebagai salah satu pariwisata di Bengkulu, dan ada juga tugu atau
lebih tepatnya Makam Gubernur Inggris waktu menjadi Gubernur Bengkulu pada masa
penjajahan inggris diindonesia.
Ada
lagi yang lebih bagus dan sering dikujungi di Bengkulu adalah Rumah Pengasingan
Bung Karno di Bengkulu dan tentunya Rumah Ibu Negara dan Ibu penjahit bendera
Merah Putih yaitu Ibu fatmawati yang namanya di abadikan menjadi nama bandara
di Bengkulu saat ini, selain itu juga ada Benteng Malbrough yang lokasi
bentengnya tepat berada di pinggiran Pantai Tapak Padri Kota Bengkulu, yang
mana benteng ini bekas benteng peninggalan kerajaan inggris.
Seperti
yang kita ketahui ketika mendengar nama Bengkulu maka pasti akan berfikiran
bunga Raflesia yang merupakan Bunga langkah karena jika tumbuh hanya berumur 2
minggu dan setelah itu akan mati, dan tumbuhnya pun susah untuk diprediksi
entah kapan, dan biasanya tumbuh disekitaran Bukit di daerah Bengkulu tengah,
saya pun sudah 3 tahun tinggal di Bengkulu belum pernah lihat Bunga Raflesia
secara nyata.
Ada
satu lagi yang merupakan acara terbesar setiap tahun di Bengkulu yaitu
mempringati kematian Hasan Husen di tanah Karbelah yang pada hari 10 Muharram,
orang Bengkulu menyebutnya Tabot dengan melakukan berbagai macam Ritual di
lakukan sekitaran pantai, akan tetapi ini sudah menjadi Budaya Bengkulu
sendiri.
Akan
tetapi yang saya sayangi adalah Pantai Panjang Bengkulu yang merupakan Pantai
berpasir Putih dan ombaknya besar banget cocok untuk surfing ini tidak pernah
dirawat oleh pemerintah, jadi tidak terlihat seperti pariwisata andalan
Bengkulu, padahal pantainya bagus dan panjang Banget sesuai dengan namanya.
Tapi
kalau ada yang berminat ke Bengkulu sih, saya recommended banget karena saya
disini dan menyaksikan langsung keindahan Bumi Raflesia, tapi kalau ke Bengkulu
jangan heran jalan di Pusat kota banyak yang bolong ya, karena Pemerintah nggak
beres ngatur jalan ni, maklum Banyak Korupsi di Bengkulu.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar