Meski terikat janji sang bunda (Ida) bahwa mereka tidak akan menuntut
status.
Namun tentulah Adinda dan Devi ingin mendapatkan
kasih sayang seorang ayahanda.
Mengapa sang ayah (SBY) begitu tega memutar-balikkan
fakta, dengan mengatakan mereka hanya keponakan ?
Adinda dan Devi pun akhirnya sadar, mereka bukan
siapa-siapa, mereka sedih tak berdaya, namun hati nurani selalu bertanya,
bukankah mereka juga anak yang sah ? Bukankah mereka juga berhak mendapatkan
pengakuan sebagaimana layaknya seorang anak ?
Ironisnya, inisial mereka berdua, Adinda dan Devi,
juga tak tertulis dalam riwayat hidup sang ayah (SBY), saat tampil mencalonkan
diri sebagai Capres 2004.
Dan saat arsip dinas dan kenegaraan juga tak pernah
mencantumkan nama mereka, Adinda dan Devi harus bisa menerima kenyataan
tersebut. Namun pada saat hak azasi mereka terus dikucilkan secara tak wajar
dari sebagaimana layaknya kepribadian seseorang yang kini jadi figur
kepemimpinan sebuah bangsa.
Jelas saja, melahirkan protes yang selama ini
terkubur dalam-dalam oleh 2 puteri yang kerap teraniaya .
Apalagi semua harta ayah mereka dikuasai atas nama
ibu tirinya, ibu Ani, yang membuat mereka tidak bisa menerima lagi semua
kenyataan ini.
~ ADINDA menggugat ayahnya
Janji untuk menjamin masa depan sebagai komitmen
keluarga pasca perceraian ibunya. ternyata juga jarang mereka dapatkan.
Akibatnya Adinda memberanikan diri menggugat ayahnya secara perdata dengan menyewa
pengacara dalam pembagian harta gono gini.
Di pengadilan Adinda memenangkan perkara dan
memperoleh dua rumah di Pondok-Indah dan menteng Jakarta pusat, kedua rumah
tersebut tidak mereka tempati dan dkontrakkan saja hingga saat ini.
Saat ini Adinda hidup sebagai orang biasa yang jauh
dari publitas media, tinggal bersama suami dan anak-anakya dikawasan Jagakarsa,
Jakarta Selatan. Adinda adalah alumni Universitas Trisakti dan bekerja sebagai
konsultan pada sebuah perusahaan pertambangan. Suaminya Danang Bin H.Ir Lukman
Hakim, pegawai di Kementerian Pertahanan sebagai Kepala Litbang. Mereka hidup
rukun dan banyak dibimbing oleh pamannya Dr. Sofyan Sauri (adik dari Lukman
Hakim). Sedangkan adiknya Devi tinggal di Amerika-Serikat namun tidak banyak diketahui
aktifitasnya dan kehidupannya saat ini.
~ Janji Ibu ANI kepada ADINDA
Dan pada saat SBY membutuhkan dukungan pencitraan
menjelang Pilpres 2004 dan 2009 ibu Ani sering kali menghubungi via telepon
pada Adinda dan ibunya di Jerman, agar tidak usah mengungkap dan meributkan
status mereka di dalam keluarga SBY. Karena Ani sangat kawatir jika masalah itu
bisa mempengaruhi popularitas dan citra SBY, lebih -lebih saat menghadapi
Pilpres.
Ibu Ani menjanjikan bahwa status mereka akan
diselesaikan dan diungkap setelah SBY tidak lagi menjabat sebagai Presiden
Republik-Indonesia. Mereka secara resmi akan dicantumkan dalam daftar keluarga
SBY.
Maka untuk saat ini mereka disarankan untuk tetap
bersabar sebelum dicantumkan sebagai anak kandung dalam daftar keluarga secara
resmi.
~ TUTUP KASUS ITU , BERAPA PUN BIAYA NYA
SBY sangat sensitif dalam menanggapi setiap berita
ataupun pernyataan dari beberapa sumber yang mengungkit masalah ini. Terhadap
siapapun yang mempersoalkan hal tersebut. SBY langsung menugaskan TIM dan para
intelnya untuk membungkam.
Masyarakat mungkin sudah lupa dengan pernyataan
anggota DPR-RI Zainal Maarif yang sudah melaporkan kasus pernikahan SBY
tersebut. Setelah didekati Zainal Maarif belakangan mencabut laporan dan
meminta maaf. Dan aneh dia bahkan diangkat menjadi Kader Partai Demokrat dan
mendapat fasilitas signifikan.
Demikian juga Jenderal TNI (purn) R.Hartono yang
pernah mengungkap masalah pernikahan tersebut, ditaklukkannya dengan
pendekatan-pendekatan material finansial dan ancaman pengungkapan rahasianya.
TIM SBY juga sudah tak terhitung berapa kali melakukan operasi media dengan
membungkam media massa dengan dana yang sangat besar.
Dibalik potret keluarga ideal Kepala Negara
ternyata tersimpan kisah 'Penghianatan Cinta, Kasih dan Sayang'. Kebohongan
yang dilakukan bukan hanya dilakukan terhadap keluarga, tetapi terhadap seluruh
Rakyat, Korps TNI-AD, Bangsa dan Negara. Namun pengungkapan kebohongan dan
penghianatan ini selalu harus berhadapan dengan kekuasaan, sebagian besar berhasil
disumpal dengan uang dan kuasa, selebihnya tiarap karena juga akan diungkap
balik rahasia dan kejahatannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar