Jumat, 28 Februari 2014

Resensi Buku "Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami"

Judul: Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami
Pengarang: Muhammad Lili Nur Aulia
Penerbit: Pustaka Da’watuna
Tempat Terbit: Jakarta
Cetakan: Pertama, Januari 2006
Jumlah Halaman: 155 Halaman
Harga Buku: Rp. 36.000
dakwatuna.com - Buku ini dapat menjawab pertanyaan mengapa para mahasiswa memilih jalan dakwah selepas mereka memasuki dunia kampus. Di sini juga diuraikan bagaimana jalan dakwah itu membuat mereka kuat untuk terus berjuang di jalan dakwah.
Mengapa memilih di jalan dakwah?
Kami memilih jalan ini karena kami memang membutuhkan. Bukan hanya sekadar rasa membutuhkan bahkan lebih, karena kami melangkah di jalan ini merupakan bagian dari rasa syukur kami atas hidayah Allah kepada kami. Kami memilih jalan ini karena kami ingin seperti para pendahulu kami di jalan ini yang telah banyak memperoleh pahala dan keridhaan Allah karena peran-peran dakwahnya.
Demikianlah, pada dasarnya dakwah ini adalah sebuah estafet perjuangan. Sebagaimana dakwah yang diserukan para nabi terdahulu, dilanjutkan dan disempurnakan dengan dakwah yang diperjuangkan Rasulullah Saw dan terus berlanjut hingga para juru dakwah yang berjalan di atas jalan perjuangannya di hari ini. Dalam jalan dakwah ini kami ingin menjadi batu bata dari bangunan dakwah ini. Sebuah bangunan yang telah dirintis oleh para anbiya dan orang-orang shalih.

Kisah Inspirasi "Mahasiswa Penjual Es Lulus dengan Cumlaude"

Untuk menutup biaya hidup di Solo dan membayar biaya kuliah, Widri jual es Sari kacang Ijo di kampusnya. Meski begitu, ia tak malu dan malah memotivasinya belajar lebih giat. Hasilnya, laki-laki asal Sragen itu lulus dengan predikat cumlaude. Mengenakan pakaian olahraga berwarna merah putih, Witri Suwanto (26), menyambut kedatanganTribun Jateng di lorong kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Rabu (30/10).
Setelah berbasa-basi, obrolan berlanjut ke acara wisuda yang digelar pada Senin (28/10). “Alhamdulillah, saya lulus dengan predikat cumlaude,” katanya. Warga kampung Jagan, Gentan Banaran, Plupuh, Sragen itu lulus dari bangku kuliah setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah di Jurusan Pendidikan Keolahragaan, spesifikasi Tenis, selama tiga tahun sembilan bulan. “Targetnya bisa lulus 3,5 tahun meleset,” ujar remaja yang memeroleh nilai A pada 18 mata kuliah tersebut.

Kisah Sesat Mahasiwa di Buku "Skripshit"

MAPALA, Mahasiswa Paling Lama. Ya, itu adalah gelar yang melekat di diri gue.

Bayangin aja, belasan semester dan ratusan SKS sudah gue jalani dengan status mahasiswa, dan gue belum juga berhasil meraih mimpi memegang ijazah dan memakai toga.


Gara-gara status ini pula, gue jadi punya skill tambahan: pintar ngeles.

Misalnya ada yang nanya, "Lo kuliah kok gak lulus-lulus? Emang ngambil apa sih?"

Gue jawab, "Ngambil hikmahnya…."

Atau kalau ada adik-adik angkatan yang masih unyu nanya, "Kakak angkatan berapa?"

Gue jawab, "Dua ribu tua…."

Kamis, 27 Februari 2014

Kisah Birrul Bikin SBY Menangis Tersedu-sedu

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menangis ketika mendengar kisah Birrul Qodriyah. Birrul adalah salah seorang penerima program Bidikmisi, yang kini kuliah Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, walau orang tuanya hanya menjadi buruh tani.
“Saya menangis mendengar testimoni tadi, karena itulah yang saya alami dulu,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dengan 1.000 Mahasiswa Program Bidikmisi yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,6 dan memiliki prestasi khusus di luar akademik, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Rahasia Amalan Ahli Syurga dari Kisah Abdullah Bin Amr

Abdullah bin Amr bish Ash radhiyallahu ‘anhu heran. Setiap Rasulullah mengabarkan akan ada ahli surga yang muncul, selalu datang seorang laki-laki yang sama. Dan ini ketiga kalinya. Selalu dia, seorang laki-laki dari Anshar, namun tidak terlalu dikenal. 

Abdullah bin Amr yang tidak mengenalnya dengan baik, kemudian berniat menguak rahasia amalan apakah yang telah dikerjakan oleh laki-laki tersebut sehingga ia menjadi ahli surga. Berikut kisahnya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

Foto Pengina Islam Mati Tak Wajar

Sebuah foto yang menunjukkan mayat seorang pria terbujur dengan wajah hitam seperti terbakar beredar luas di Facebook. Pada laman “Islam Bersatu Mualaf Berseru” dijelaskan bahwa pria dalam foto tersebut adalah Kaleb Yosua, seorang pendebat yang telah menghina Allah Subhanahu wa Ta’ala dan minta bukti dimatikan jika memang Allah itu ada.

“Tunjukkan si Allah itu ada di mana?! Tunjukkan pada saya, dan katakan kepada DIA, silakan ambil nyawaku sekarang… Aku sudah siap kalau toh bisa mati sekarang!”

Masih Galau, Ini Solusinya

Galau !!! Kata ini sudah tidak basa di pisahkan dari gaya hidup anak muda zaman sekarang!. Kita sering menjumpai kata galau dalam majalah, koran, Facebook, maupun Twitter. dll

Galau merupakan sifat yang lumrah terjadi terhadap siapa saja bahkan boleh dibilang manusiawi. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan galau biasa melekat begitu saja pada manusia, dan salah satunya diantaranya ketidakpastian hati dan tergerusnya iman dari dalam hati, yang di maksud dengan akar iman yaitu keyakinan yang sempurna kepada Allah bahwa semua terjadi atas izin Allah dan sepengetahuan-Nya. Hati dan semua keadaan kita ada dalam pengawasan Allah tidak ada yang terlewatkan dari perhatiannya dia maha menatap, maha mengetahui dan maha bijak.
Perlu diketahui bahwa berhentinya seorang mukmin dari beraktivitas adalah kelalaian.Kekosongan adalah musuh yang mematikan, dan kesenggangan adalah sebuah kemalasanDan, kebanyakan orang yang selalu gundah dan hidup dalam kecemasan adalah mereka yang terlalu banyak waktu senggangnya dan sedikit beraktifitas.

ICW Release Partai yang Merugikan Negara

Korupsi diindonesia sudah terjadi dari zaman kolonialisme belanda, hingga pada masa pemerintahan reformasi pun Korupsi masih menjadi momok bagi pemerintah untuk sejahtera dan maju.
Hampir setiap hari pemberitaan tentang kasus korupsi dari politisi Partai Politik, Ketua Mahkamah Konstitusi, artis, bahkan banyak pejabat publik menjadi tersangka untuk kasus korupsi ini.

Media yang menjadi jembatan informasi masyarakat hari ini sangat mengecewakan, karena kita ketahui bahwa media-media seperti Tv Nasional itu tidak lagi independent seutuhnya, pemilik perusahaan seorang politisi menjadi alasan bagi Tv nasional untuk memberitakan yang bagus untuk “Bos” nya dan memberitakan yang buruk bagi saingannya.

Rabu, 26 Februari 2014

Nasehat Untuk mu "Bujanghidin"

Jang, ini nasehat cinta. Serius. Bukan menggurui. Karena memang yang menyampaikan bukan seorang yang berilmu. Ini hanya sebuah tukar ilmu, karena kita sesama murid dalam sekolah kehidupan ini.

Begini, Jang. Tak ada salahnya, jika dirimu membayangkan pernikahan yang berlimpah sumringah dengan aneka hiasan mewah. Atau minimal, ada panggung, pakaian bak raja dan ratu, serta hiasan dan suguhan yang menimbulkan decak kagum seluruh hadirin. 

Itu boleh, Jang. Hanya, kau perlu berpikir tentang satu hal : realitas. 

Iya jika dirimu anak Presiden. Maka segala macam rupa kemewahan itu mudah bagi orang tuamu. Atau mungkin, kau anak pengusaha kaya raya. Sehingga 100-200 juta untuk pesta pernikahan itu bagaikan jajan anak jalanan yang senin-kamis itu. Bahkan, mereka bisa sekali pesta dengan kocek milyaran. 

Masih Betah Tinggal Dijakarta ?



Kenapa orang-orang banyak ingin mengadu nasib di ibu Kota Jakarta, banyak yang ingin tinggal dijakarta, dan juga banyak yang bangga kalau tinggal dijakarta. Apakah motivasi mereka yang senang dan bahagia ketika tinggal dijakarta.
Disini saya ingin membahas apa yang menjadi pemikiran saya hingga kini dan masih menjadi pertanyaan kenapa orang-orang masih betah hidup dijakarta, kebanyakan orang sudah pada tau bahwa kehidupan dijakarta itu keras dan penuh persaingan, hingga yang punya potensi dan ijazah pun masih belum pasti bisa akan sukses dijakarta.
Ini ada beberapa alasan saya buat untuk jadi alasan kenapa harus tinggali Jakarta.

Senin, 24 Februari 2014

Kisah 2 Puteri presiden SBY (Part 2)

Meski terikat janji sang bunda (Ida) bahwa mereka tidak akan menuntut status.
Namun tentulah Adinda dan Devi ingin mendapatkan kasih sayang seorang ayahanda.
Mengapa sang ayah (SBY) begitu tega memutar-balikkan fakta, dengan mengatakan mereka hanya keponakan ?

Adinda dan Devi pun akhirnya sadar, mereka bukan siapa-siapa, mereka sedih tak berdaya, namun hati nurani selalu bertanya, bukankah mereka juga anak yang sah ? Bukankah mereka juga berhak mendapatkan pengakuan sebagaimana layaknya seorang anak ?

Ironisnya, inisial mereka berdua, Adinda dan Devi, juga tak tertulis dalam riwayat hidup sang ayah (SBY), saat tampil mencalonkan diri sebagai Capres 2004.

Gelandang Chelsea Menuai Kontroversi Karena Dukung Palestina

Demi membela Palestina, Gelandang Chelsea Mohamed Salah menolak berjabat tangan dengan pemain Israel. Pemain berusia 21 tahun ini punya strategi tersendiri agar terhindar dari tangan-tangan Zionis yang telah menjajah Palestina.

Ketika timnya bertemu Maccabi Tel Aviv di babak kualifikasi Liga Champions, Mohamed Salah meninggalkan sepatunya di luar lapangan. Saat rekan-rekannya berjabat tangan, winger asal Mesir itu lebih memilih menepi untuk memakai sepatunya. Alhasil, ia terhindar untuk berjabat tangan dengan pemain Israel. Peristiwa itu terjadi pada 30 Juli 2013 lalu.

Minggu, 23 Februari 2014

Ini Silsilah Cheng Ho Keturunan Rasulullah

Pelaut dan penjelajah dunia asal Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, ternyata merupakan keturunan ke-37 Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Pendapat ini diungkapkan oleh beberapa sarjana, antara lain Li Shihou dari Tiongkok dan Usman Effendy dari Indonesia.

Dalam buku 'Laksamana Haji Cheng Ho Berlayar ke Indonesia sebagai Niagawan dan Mubaligh,' Usman Effendy menjelaskan sebagai berikut:

"Ahli sejarah itu bernama Prof Haji Lie Shihou, yang dalam literaturnya menemukan bukti bahwa moyang yang ke 11 (sebelas) dari Cheng Ho adalah utusan (duta besar) negeri Bokhari (Arab Saudi) yang bernama Sayidina Syafii, dan Syafii ini adalah keturunan Rasulullah SAW. Dengan demikian Sayidina Syafii adalah cucu ke-26 dari Nabi Muhammad SAW," tulisnya pada sub judul 'Keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW.'
.

Bukti Cheng Ho Penemu Benua Eropa Pertama

Pelaut dan penjelajah dunia asal Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, ternyata telah menemukan benua Amerika sebelum Columbus. Demikian ditegaskan oleh sejumlah pakar sejarah, salah satunya Gavin Menzies dalam buku 'Who Discovered America?'

Menzies bahkan meyakini Columbus bisa menemukan benua Amerika dengan salinan peta buatan Laksamana Cheng Ho. Peta berusia 600 tahun yang dimaksud oleh Menzies itu sendiri ditemukan di sebuah toko buku loak.

Sabtu, 22 Februari 2014

Kisah 2 Puteri Presiden SBY (Part 1)

Berita heboh yang pernah disingkapkan oleh Zainal Maarif, Jendral R. Hartono, juga tertuang dalam bukunya Letjen Sintong Panjaitan.

Kisah ini bermula pada tahun 1968, saat seorang anak tentara bernama Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab dipanggil Sus oleh teman dan keluarganya, lulusan SMA Negri Pacitan Jawa Timur.

Sus yang sekarang lebih akrab dipanggil SBY kemudian melanjutkan kuliah disalah satu universitas negri di kota Surabaya.
Di Surabaya inilah SBY menimba ilmu, dan sebagaimana remaja pada umumnya, banyak berkenalan dengan berbagai wanita. Diantaranya para wanita terdapat seorang wanita berdarah campuran Jawa-Philipina yang bernama Ida, mereka memadu kasih dan berikrar untuk setia sehidup-semati.

Dan pada tahun itu pula mereka melangsungkan pernikahan disebuah kantor catatan sipil diJakarta.

Dampak pernikahan tersebut, kuliah Sus pun terganggu dan berantakan, apalagi saat itu Sus belum memperoleh penghasilan tetap. Seiring perjalanan mahligai rumah-tangganya, Sus dan Ida dikaruniai 2 orang puteri dari perkawinan tersebut,yang bernama Adinda dan Devi.

Dukungan Jokowi Turun Merosot Tajam, Kenapa ?

Jakarta.  Hasil sigi Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan tingkat dukungan warga Jakarta atas wacana pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun ini menurun.
Peneliti utama LSN, Dipa Pradipta, mengatakan hanya 27,5 persen warga yang menyatakan setuju Jokowi–sapaan Joko Widodo–maju sebagai calon presiden 2014.

“Dibandingkan hasil survei kami pada Oktober 2013, tingkat dukungan warga DKI terhadap pencapresan Jokowi merosot tajam,” kata Dipa di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Ahad, 9 Februari 2014.
Pada Oktober lalu, dia menambahkan, persentase publik ibu kota yang mendukung wacana pencalonan Jokowi pada Pemilu 2014 adalah sebesar 53,8 persen. “Ketidakjelasan konsep Jokowi dalam mengatasi banjir dan kemacetan lalu lintas di Jakarta tampaknya mempengaruhi menurunnya dukungan pencapresan Jokowi,” ujar Dipa.

Berdasarkan sigi LSN, saat ini sebanyak 71,2 persen publik Jakarta menolak wacana pencalonan Jokowi. Di antara mereka, sebanyak 32,5 persen berpendapat bahwa mantan Wali Kota Solo itu harus terlebih dulu membuktikan kinerjanya sebagai Gubernur Jakarta hingga masa jabatannya berakhir pada 2017. “Warga Jakarta masih ingin Jokowi membuktikan janji-janji kampanyenya,” kata Dipa.

Jumat, 21 Februari 2014

Jika Boleh Pilih Dijajah, Maka Inggris Lebih Baik

Jika boleh memilih untuk dijajah oleh Negara mana, maka lebih baik dijajah oleh bangsa inggris daripada Belanda atau Jepang, dan saya punya alasan menurut hemat saya bahwa Negara yang sekarang menjadi Negara maju dan bahkan sudah melangkahi Indonesia bahwa itu merupakan daerah bekas jajahan Negara Inggris, seperti Negara Amerika, India, dan Malaysia.

Kita ketahui bahwasanya Amerika merupakan Negara yang bisa dikatakan Negara yang berkuasa didunia dan diperhitungkan oleh Negara-negara lainnya, dan Malaysia serta india yang sekarang kita ketahui merupakan  Negara yang sudah mulai bangkit dari Negara berkembang menjadi Negara Maju.

Dan kita ketahui bahwa Indonesia saat ini dalam masa keterpurukannya, Korupsi dimana-mana, sumber daya alam dikuasai Negara lain, bahkan konflik politik atau konflik antar sesame terjadi diindonesia ini.
Kita ketahui bahwa belanda ketika menjajah Indonesia menggunakan Politik Adu Domba untuk menghancurkan persatuan bangsa Indonesia ketika itu, hingga dengan politik seperti itu belanda memanfaatkan adu domba agar bisa dengan mudah menjajah Indonesia.

Indonesia "Kaya", Negeri Penguasa Sejahtera

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan hasil sumber daya alamnya karena memiliki tanah yang subur serta iklim yang mendukung, tapi siapa sangka Indonesia masih menjadi daerah berkembang dan menjadi Negara yang paling konsumtif di tingkat dunia padahal Indonesia di Era zaman Bapak Soeharto bisa melakukan swasembada beras dan memang menjadi Negara Agraria, tapi coba kita lihat dinegeri kita pada saat ini yang katanya Indonesia itu negara Agraria tetapi singkong aja harus impor keluar negeri, siapakah yang disalahkan ketika hal ini terjadi diindonesia, sistemnya kah yang salah ? apa orang-orangnya yang salah ? ataukah kita semua tidak peduli lagi dengan negeri kita ini karena hanya memikirkan materi pribadi saja ?.

Saya melihat apa yang terjadi dinegeri kita sekarang ini memang udah zaman edan ya, karena konflik yang terjadi ditingkat para pejabat elit politik sangat terlihat sekali bahwa mereka bermain-main terhadap jabatan mereka, yang menjabat sebagai gubernur yang seharusnya memang harus merubah keadaan rakyatnya tetapi malah melenyapkan uang rakyatnya dengan cara mengkorupkan uang Negara, dan politik kotor yang dilakukan oleh para pejabat atau orang yang berkuasa dinegeri ini dengan partai-partai besarnya.

Bengkulu Kaya, Tapi Itu Dulu...!!!

Bengkulu merupakan salah satu Provinsi yang punya banyak tempat-tempat pariwisatanya, tempat-tempat sejarah, bahkan memilki Tanaman Langka seperti Bunga Raflesia Arnoldi, dan memilki daerah yang sangat unik karena sejarahnya yang saya kira asal-usulnya menarik sekali.
Akan tetapi kita tidak membahas asal-usulnya melainkan kita akan mencoba untuk melihat seberapa jauh kebermanfaatan Potensi daerah yang dimiliki oleh Bengkulu, karena Bengkulu punya banyak penghasilan kekayaan alam dari Kopi, Sawit, Teh, Batu Bara, hingga Emas, karena sebagian dari Emas yang ada di Tugu Mona situ adalah sumbangan Emas dari Provinsi Bengkulu yang tepatnya di Kabupaten Lebong.

Cinta Kerja Harmoni PKS Bukan Sekedar Jargon Politik

Pada pelaksanaan Pemilu 2014, ada yang berbeda pada Partai Keadilan Sejahtera Karena mengubah Jargon yang dulunya Bersih, Peduli dan Profesional berubah menjadi Cinta, Kerja, dan Harmoni, dan mendapatkan nomor urut 3 yang sesuai dengan cita-cita PKS dalam pemilu kali ini yaitu Ingin menjadi Partai Pemenangan pemilu dan masuk 3 besar yang itu bisa jadi Partai pemenang pemilu.
Ketika saya pikir-pikir dengan Jargon PKS kali ini sangat lain dengan Jargon partai lain yang semuanya menjual Jargon yang isinya Muatan Politik yang sangat kuat sekali bahkan ada yang kurang kreatif dengan mengadopsi Jargon PKS yang Lama yaitu Bersih, Peduli, dan Profesional, dan itu tidak menjadi subtansi pembahasan kita karena pengadosian itu sah-sah saja atau mungkin kurang kreati “Bisa Jadi”.
Saya ingin mengarahkan Fokus pada Jargon PKS baru ini yaitu Cinta, Kerja, dan Harmoni ini, jika kita lihat kalau Kerja jelas behubungan dengan Politik, akan tetapi apa hubungannya Cinta dengan Politik dan Harmoni ini ? dan ini membuat saya tertarik untuk sedikit membahas Jargon PKS yang baru ini.

Mardani : Walikota Padang Mendingan Belajar Lagi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi santai tudingan Walikota Padang fauzi Bahar terhadap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Irwan yang merupakan kader  partai dakwah itu disebut berada di balik demo menolak investasi Grup Lippo.
Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera menilai ucapan Fauzi sangat emosional tanpa didasarkan bukti. Seharusnya kata Mardani,seorang pemimpin tak boleh berbicara kasar apalagi dihadapan masyarakat.
“Pertama pemimpin nggak boleh emosional. Kedua pemimpin itu harus cek and ricekjangan sembarangan menuduh. Kalau pribahasa air ditepak kena muka sendiri, kata Mardani, Rabu (19/2).
Anggota Komisi 1 DPR itu menyarankan agar sesama politikius tidak menyebarkan benih-benih kebencian. Dia menyarankan agar Fauzi yang juga kader Partai Amanat Nasional ( PAN ) belajar lagi soal politik.

Pantai Babel Tiada Duanya

Saya ingin mengatakan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi Provinsi ketika Bapak Gusdur menjadi Presiden Indonesia yang juga merupakan Tokoh Minoritas diindonesia, Babel yang merupakan pulau penghasil 1/3 Timah didunia ini harus berbagi dengan daerah Se-Sumatra Selatan karena masih bergabung sebagai Provinsi Sumtra selatan ketika itu, dan perkembangan daerah dibangka Belitung tidak pernah ada kenaikkan yang signifikan karena hasil potensi daerah dibagi-bagi ke pemerintah provinsi dan Pusat, sehingga Babel pun terkendala terkait kemajuan daerah.
Ketika Gusdur menjabat Presiden, maka Babel menjadi Provinsi Sendiri dan Berhak Mengelola Potensi daerah sesuai dengan apa yang menajadi kerja dari pemerintah daerah sebagai daerah otomom, dan ketika Babel menjadi provinsi dan mengelola Potensi daerah sendiri hasilnya adalah kemajuan pesat, dilihat dari kemajuan ekonomi Bangka pada saat ini  sangat menjanjikan para investor untuk menanamkan modalnya ke Babel karena pesatnya Perekonomian di Provinsi yang banyak pantai ini.

Inilah Ide Indonesia Menuju Madani

Diindonesia yang merupakan Negara kaya akan sumber daya alam merupakan baru Negara berkembang, ini menandakan apakah Negara dengan melimpah sumber daya alam itu tidak bisa menjadi Negara maju, dan apakah Negara maju harus mesti memiliki sumber daya manusia yang diatas rata-rata dari yang lainnya.
Ini terjadi diindonesia bahwa hingga kini Indonesia masih menjadi Negara berkembang yang jika kita lihat dari Sabang sampai Marauke, Indonesia memilki potensi daerah yang bermacam-macam hingga ini menjadi salah satu alasan Indonesia menerapkan system otonomi daerah yang mana Pemerintah Daerah diberikan Hak dan Kewenangan dalam mengelola semua Potensi daerah yang ada.
Akan tetapi tujuan mulia dari adanya otonomi daerah ini seakan-akan hanya menjadi konsep sebuah teori pemerintah saja, karena dalam implementasinya terdapat sebuah fenomena baru yang disebut pemimpin-pemimpin kecil yang berkuasa seperti Gubernur dan Bupati/Walikota yang merupakan orang nomor satu didaerahnya masing-masing.

Sosial Media, Dunia Kedua Bagi Manusia

Geliat social media hingga saat ini menjadi suatu wabah bagi masyarakat Indonesia, selain bisa up to date, social media ini juga menjadi alat bagi mereka yang memasuki dunia politik diindonesia, bisa menjadi alat pencitraan ataupun bisa menjadi alat penghubung bagi pejabat public dengan rakyatnya.
Social media bukan hanya dimanfaatkan hanya para anak muda dan para politisi saja, melainkan pemimpin yang skala negarapun memiliki akun sosmed ini. Kita ketahui seperti Presiden Amerika Barrack Obama yang memliki Akun twitter, dan untuk Indonesia juga tak kalah ketinggalan zaman dengan adanya akun Facebook dan twitter untuk Presiden SBY.
Hingga social media ini menjadi dunia kedua bagi manusia untuk berinteraksi antar sesama, dan Indonesia pun menjadi salah satu Negara yang termasuk pengguna social media terbesar untuk dunia, ini berdampak akan kemajuan Indonesia dalam kemajuan technologi Global.

Dakwah itu Sulit ?

Terlalu lemah rasanya jika kita untuk mengurus lembaga dakwah kita ini sudah merasa tidak punya waktu. Sudah merasa sibuk dan banyak amanah. Padahal, dakwah kampus hanya merupakan bagian kecil dari dakwah semesta yang luas dan mencakup banyak hal. Apatah lagi hanya mengurusi dakwah fakultas, katakanlah mengelola LDF ataupun FSI kita ini.
Dalam menjalani aktivitas dakwah ini, kita harus yakin bahwa beginilah dahulu yang dilalui oleh Rasulullah dan para generasi awal pembawa risalah islam, hingga sampai dengan indah dan murni kepada kita di zaman sekarang.


Karakter jalan ini memanglah sulit. Tak semua orang mau memikulnya. Tak semua orang rela untuk ambil bagian dalam memperjuangkannya. Bersyukurlah kita jika diberi kesempatan untuk berkontribusi di jalan sulit namun penuh berkah ini. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa, berjalan di jalan dakwah kepada Allah adalah nikmat terindah bagi kita. Dan kita harus berusaha maksimal agar semakin banyak umat yang turut merasakan indah dan nikmatnya bergerak bersama dakwah. Begitu lezat rasanya berhimpun bersama jamaah dakwah. Walau, sekali lagi kami katakana bahwa jalan dakwah itu memang SULIT, dan sudah sunatullahnya seperti itu.
 

Page Views

Subscribe via Email
Flag Counter

Histats

About