Ada
suatu hal menarik yang selama ini menjadi pikiran bagi saya, yaitu tentang
pencapresan Jokowi untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.
Ada
suatu hal yang menarik ketika Pak Jokowi diusung tokoh PDIP bu Mega menjadi
Capres, yaitu mencium bendera merah putih dan mengatakan menerima apa yang
telah diperintahkan Bu Mega.
Hal
ini membuat saya agak tergelitik mainan politisi ini, seakan-akan mereka
bermain dalam sinetron yang semuanya sudah di setting dari awal. Padahal jika
pak Jokowi ketika itu menolak perintah Partai dan Bu Mega menjadi Capres dan
tetap Komitmen untuk menjadi Gubernur Jakarta sampai selesai, maka saya
pastikan pak jokowi adalah akan menjadi manusia setengah dewa.
Bila
benar-benar pak jokowi dengan tegas menolak dicapreskan partai, saya yakin pak
jokowi akan menjadi presiden selama 2 periode dan menjadi pemimpin yang disenangi
rakyat, serta akan menjadi salah satu Pahlawan barang kali.
Tapi
inilah Pak Jokowi yang lebih memilih kehendak Partai dan Bu Mega menjadi Capres
dibanding memilih kehendak masyarakat yang meminta pak Jokowi memenuhi janjinya
untuk membenahi Jakarta selama jabatannya berlangsung, apa mungkin ini pemimpin
yang tidak Amanah ? atau memang ini berkaitan dengan sifat keserakahan ?
Ntahlah.
Yang
jelas dibalik ini ada hikmahnya bahwa setiap manusia memiliki Nafsu dan
mempunyai rasa ketikpuasan, hingga yang dibutuhkan ialah suatu proses kesabaran
dan komitmen atas apa yang telah dilakukan hingga ini menjadi bekal untuk
Indonesi menjadi Negara adidaya.

0 komentar:
Posting Komentar