Minggu, 02 Maret 2014

Dialog Ustadz dengan Pengamat tentang PKS

(-): “Stad, gimana ada caleg Syi’ah di PKS?”

(+): “Kalau betul, ya tinggal diganti. Kalau sudah jadi DPT, instruksikan jangan dipilih! Kalau kepilih juga, bisa di PAW!” 

(-): “Terus yang caleg non Muslim pegimane?”

(+): “Ya, kalau mudhorot lebih banyak. Lakukan hal yang sama! Selesai bukan?”

(-): “Iya sich. Tapi dengan kasus ini, saya makin gak suka PKS! Gak ada harapan!”

(+): “He he... ya monggo. Beragama saja tidak ada paksaan. Apalagi sekedar milih PKS! Kalau saya, malah jadi makin empatik untuk menyelamatkan PKS. Makin diserang, PKS makin terang!” 


(-): “Bukan begitu sich, tadz. Kok PKS makin kebablasan! Syi’ah kok bisa masuk juga!”

(+): “Ooh... ini justru inti masalahnya. Anda gak suka dan gak punya harapan! Apapun yang dilakukan PKS, pasti salah! Kan waktu kader PKS ngadain MABIT, Anda sebut PKS ahli bid’ah. PKS hanya mencalonkan kader, Anda sebut PKS eksklusif. Serba salah!”

(-): “Bukan begitu sich, tadz. Kami kan hanya mengingatkan supaya PKS tidak kebablasan!”

(+): “Ya, terimakasih. Jangan-jangan Anda ini kader dakwah yang bukan-bukan. Kebanyakan bilang bukan begitu... he he... Pesen ane ya, kalau mengingatkan jangan sampai kebablasan juga!”

(-): “Ah nggak, tadz. Kita inshoof (objektif) kok mengkritisinya!”

(+): “Ya. Inshoof saja sudah begitu, ya?! Pigimane gak inshoofnya?”

(-): “Prinsipnya saya pesimis dengan perubahan di negeri ini. Saya memilih untuk tidak memilih. Titik jebreet!”

(+): “He he... kalau saya sich gak gitu mikirnya, akhi. Saya ingat pepatah Arab mengatakan,

إِذَا القَوْمُ قَالُوا مَنْ فَتَى خِلْتُ أَنَّنِي عُنِيْتُ فَلَمْ أَكْسَلْ وَلَمْ أَتَبَلَّدِ

Jika bangsaku bertanya: Siapakah sosok yang akan menyelamatkan negeri kami?
Aku merasa akulah yang mereka harapkan, tak ada rasa malas dan tak akan berlaku cuek pura-pura tak tahu. (Bait syair Thorfah Ibnul ‘Abd)

***

Terkadang kita sering menganggap keadaan gelap gulita. Lalu menyalahkan keadaan. Padahal kita tak sadar, kacamata hitam masih menempel dan tak sempat kita lepaskan. Pantas saja, saat memandang sesuatu tidak pernah objektif.

(Ctrl+C)+(Ctrl+V):https://www.facebook.com/suasanajiwa/posts/10202449470750538

0 komentar:

Posting Komentar

 

Page Views

Subscribe via Email
Flag Counter

Histats

About