Golput adalah tidak sepakat dengan sistem berbangsa & bernegara yg diatur karena kita hidup bersama. Yang dirusak adalah sistem hidup bersamanya. Jadi kalau menyatakan alasan golput adalah untuk menghukum mereka para penjahat bangsa yg memanfaatkan demokrasi dgn licik, untuk merusak bangsa, maka pilihan golput ini adalah alasan yg keliru.
Karena dengan tidak ikut memilih, justru para penjahat bangsa malah semakin kuat. Inilah yg mereka inginkan. Karena kemenangan mereka semakin 'murah'. Sementara yg benar semakin lemah & lambat laun terlempar lagi dari sistem. Itulah yg diharapkan oleh para penjahat bangsa.
Lihatlah orang sehebat Yusril Ihza Mahendra, atau yang lainnya; yang memiliki kapabilitas, integritas dan siap menjadi Presiden akan selalu kekurangan suara. Karena orang2 yang baik malah kecewa dan meninggalkan gelanggang. Semantara orang2 para penjahat bangsa dengan cara licik dan memanfaatkan modal besar justru semakin mudah berkuasa.
Maka, menjadi golput adalah sama arah dampaknya atau seiring dengan kerja para penjahat bangsa menguasai bangsa dengan licik.
Memilih adalah menunaikan kewajiban kita dalam kesepakatan hidup bersama sebagai bangsa menuju hidup teratur & beradab. Adapun pada pelaksanaan itu ada yg salah atau ada pihak yg sengaja berbuat licik & curang maka bukan untuk ditinggalkan. Karena itu sama saja dengab terus melemahkan kebenaran.
Sama saja dengan membiarkan penjahat bangsa semakin menguasai sistem & kebaikan semakin keluar daru sistem. Sama saja dengan kita melemparkan kepemimpinan kepada para penjahat bangsa.
Jadi kalau golput adalah bentuk protes terhadap sistem yang katanya sebagai mosi tidak percaya terhadap pemerintahan atau pun terhadap sosok pigur yg ada. Maka protes itu tidak terjadi dan tidak ada dampaknya.
Dengan memilih atau tidak memilih, bila berpikir sendirian tidak akan merubah keadaan. Maka terlibatlah dalam dinamika politiknya di kepartaian. Karena itu saluran perbaikannya. Disanalah kita merubah dari; membiarkan menjadi memperbaiki.
Karena berada di luar sistem sama saja membiarkan bangsa ini dijalankan dengan sistem buruk. Menghancurkan sistem dengan cara keluar dari sistem, sama saja dengan membuat negara ini berjalan tanpa sistem. Justru ini adalah keadaan yang lebih buruk.
Bila mencari partai atau sistem yg sempurna dan kemudian baru masuk, maka tidak akan ada sistem yang sempurna dan tidak akan ada partai yg sempurna. Itu artinya Andapun tidak akan pernah masuk dan mendapatkan kebaikan. Karena kesempurnaan sistem atau partai justru dengan masuknya Anda.
Sekarang sudah masuk gelombang ketiga. Zaman berubah. Anak2 udah pada pegang gadget canggih2. Orang bisa cepat berubah dan bebas. Dominasi semua diambil dengan cara milih memilih, tidak lagi siapa kaya, pejabat atau apa. Sekarang dengan demokrasi orang seperti Jokowi seorang kader fenomenal dari PDIP bisa memimpin mengalahkan para politisi bermodal kakap.
Di Bandung, orang pintar & baik seperti Ridwan Kamil bisa jadi walikota dengan mengalahkan pejabat lama yg lebih terkenal & punya uang banyak.
Jadi fenomena pilih memilih langsung oleh masyarakat membuat orang seperti fatin langsung meraih perhatian publik. Inilah peluang perbaikan yg bisa diambil dalam gelombang ketiga ini. Silakan baca lebih lanjut dalam buku gelombang ketiga dari Anis Matta.
UNTUK MEMAHAMI FENOMENA GOLPUT LEBIH JAUH
GABUNG DENGAN GROUP TINGGALKAN GOLPUT! PILIH PKS!!!
https://www.facebook.com/#!/groups/569525436412068/?fref=ts
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar